IMG_20150214_143254

Rest Area Sebagai Tujuan

KM 97, Baru keluar dari mobil

Dan perjalanan kami bertiga kali ini cukup berbeda. Biasanya, rest area dipakai orang yang sedang berpergian melalui jalan tol untuk beristirahat.Kami sering melalui rest area ini dari Bandung ke Jakarta, dan sebaliknya. Rest area hanyalah rest area, tempat makan, solat, dan ke toilet. Tapi, kali ini kami berjalan-jalan wisata dengan rest area SEBAGAI TUJUAN wisatanya. Walaupun sering ke sana, tapi ternyata banyak lho yang baru kami sadari ketika kami ketika kami di rest area dengan sudut pandang wisatawan. Inilah perjalanan ajaib kami. KM 125: Kaedanan Rasa Toyo dan Bobi berangkat dari Bandung, karena rumah mereka memang di Bandung, sedangkan aku di Cimahi. Kebetulan, di Cimahi ada satu rest area di KM 125. Jadi, aku langsung menunggu di rest area ini karena dekat dari rumahku, cukup ditempuh dengan jalan kaki. Dengan ini, KM 125 adalah tujuan pertama kami. Waktu sudah menunjukkan pukul 12.30, saatnya makan siang. Kami (tepatnya aku) makan siang di sebuah rumah makan di rest area KM 125. Di sana, ada sebuah rumah makan bernama Kaedanan Rasa yang harganya cukup terjangkau.

Ada angsa (atau soang, atau bebek, atau sejenisnya deh) di sana
Menu: sop ayam ajaib

KM 97: Es Krim dan Kolong Jembatan Setelah Ishoma, kami melanjutkan perjalanan ke KM 97. Konon, ini adalah rest area paling bagus sehingga mengusik kami untuk menyatroninya.

Bola terbesar di Indonesia cenah

Dan benar saja, rest area ini sangat menarik. Di sana ada bola raksasa yang di bawahnya ada kolam ikannya. Ajaib.

Ini bolanya

Bukan hanya itu, di sana juga ada semacam taman dengan patung-patung binatang lucu.

Bobi dan “lekukan-bagian-belakang-yang-harmonis”
Banyak yang bersantai di taman ini. Bahkan terlihat ada cowok berbaju hijau nembak cewek berbaju biru. Ajaib.
Terus kayaknya ditolak deh, dan mereka pisah😦. Tapi bisa dilihat juga ada mas-mas yang main gundu. Ajaib

Karena cuaca panas, kami memutuskan untuk beli es krim sundae di K**FC. Kami mencari-cari tempat yang enak untuk memakan semua es krim itu, dan akhirnya kami memutuskan untuk makan es krim di kolong jembatan sebelah rest area.

Ada es krim, ada kamera, di kolong jembatan
Ada gosip di kolong jembatan
Ada roko di kolong jembatan
Ada senyum di kolong jembatan

Setelah es krimnya habis, kami memutuskan untuk naik ke atas jembatan, dan foto-fotoan.

Fofotoan di atas jembatan

Dan blusukan ke kebon-kebon

KM 88: Panas Setelah puas di KM 97, kami meneruskan ke KM 88, dan kami bingung ingin melihat apa, soalnya selain panas, tidak banyak juga yang bisa dilihat. Palingan, kami di sini nongkrong-nongkrong gitu di lapang (atau kebon, atau ladang, atau sejenisnya deh).

Nongkrong di kebon

Dan menyempatkan diri bebersih lingkungan. Mensana in corporesano, guys.

Ora et labora. Di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat🙂

Sate Maranggi: Titik Balik Waktu sudah sore, dan kami memutuskan untuk ke makan sore di Sate Maranggi, Purwakarta. Aku baru pertama kali ke sana, kasihan.

Itu satenya, itu sambelnya

Ya namanya juga turis dan anak muda kekinian, di sana kami menyempatkan untuk groupie pakai instax.

Salah satu foto yang gagal

4 thoughts on “Rest Area Sebagai Tujuan

    1. Setiap rest area pasti punya pintu keluar-masuk untuk pegawainya. Saya masuk ke rest area lewat pintu pegawai ini. Kalau rest area gak punya pintu ini, pegawainya harus masuk lewat gerbang tol pakai mobil setiap hari dong, kasian. hehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s