IEEE Global Humanitarian Technology Conference 2012: The Tutorial (Day #1)

Hari kedatanganku merupakan hari pertama konferensi ini, yaitu hari Minggu. Setelah melakukan registrasi, aku langsung mengikuti satu sesi yang diberi nama tutorial. Aku tidak tahu kenapa sesi ini diberi nama tutorial, karena biasanya yang aku tahu tutorial itu ada seseorang atau sekelompok orang yang ahli di bidang tertentu, kemudian memberikan pengarahan dan pengajaran kepada orang lain. Tapi ini sama seperti presentasi biasa. Sebenarnya aku tidak tahu harus melakukan apa di sini kecuali presentasi paperku. Jadi untuk acara lainnya ini aku ikut-ikutan saja. Apalagi, ketika aku menyadari bahwa tidak ada orang Indonesia selain aku di konferensi ini. 😦

 

Sebelum memulai tutorial ini, semua pembicara dan hadirin memperkenalkan diri. Ada profesor sesuatu, PhD sesuatu, Master sesuatu, peniliti ini itu, praktisi anu, dan ketika mikrofon sampai padaku, aku cukup tegang, apa reaksinya ketika aku bilang aku ini hanya mahasiswa S1 biasa yang suka makan batagor, apakah diusir dari ruangan ini? Ternyata ketika aku bilang bahwa aku adalah mahasiswa ITB dari Indonesia, reaksinya sama seperti perkenalan-perkenalan lainnya, tidak ditertawai dan tidak diminta untuk keluar ruangan.hehe. Padahal tidak ada mahasiswa S1 lain selain aku di ruangan itu. Semua orang di ruangan itu dianggap sama, sama-sama akan belajar, tidak peduli sedang berada di tingkat apa. Hal ini yang membuatku nyaman berada di sini. Setelah perkenalan, pembicara langsung memaparkan proyek-proyek kemanusiaannya yang dilakukan di berbagai negara berkembang.

 

Proyek-proyek tersebut adalah pengadaan fasilitas pendidikan jarak jauh dengan menggunakan wi-fi di daerah tertinggal. Wi-fi ternyata adalah teknologi yang termasuk murah, dan bisa digunakan untuk mempermudah proses pendidikan di daerah-daerah yang kesulitan akses perjalanan dari suatu tempat ke tempat yang lainnya, terutama di daerah pegunungan dan perbukitan. Topik ini menarik, karena paper yang aku ajukan juga mengenai pendidikan jarak jauh, hanya berbeda pada teknologi yang digunakan.

 

Pada sesi pertanyaan, aku pun mencoba bertanya mengenai suatu hal. Ini adalah pertanyaanku yang pertama. Ternyata memang benar mereka tidak melihat siapa yang bertanya, tapi apa pertanyaannya, karena mereka antusias menjawab pertanyaanku, karena mereka bilang ini pertanyaan yang bagus, yaitu mengenai maintenance. Padahal, pertanyaan semacam ini sudah sering dibahas ketika di organisasi atau kuliah. Ternyata ada manfaatnya juga kuliah.hehe. Karena hal ini, aku tidak malu-malu untuk bertanya di konferensi ini.

 

Setelah sesi ini berakhir, para pembicara dengan ramah mengajak ngobrol diriku, padahal waktu itu aku masih canggung untuk melakukan apapun. Mereka bertanya mengenai Indonesia, dan mereka bercerita pengalaman mereka pernah ke BATAN Jakarta, dan sore itu menjadi sore pertama yang hangat.

Seattle, room #2006, Autumn 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s