IEEE Global Humanitarian Technology Conference 2012: The D-Day (Day #3)

23 Oktober 2012

Di Indonesia, biasanya adzan Subuh dikumandangkan sekitar pukul 04.30. Namun di Seattle, waktu subuh hari ini baru masuk sekitar jam 06.30. Karena sudah bangun jam 04.30, aku manfaatkan saja untuk sholat tahajud, kemudian menonton televisi. Acara Tuesday Plenary diadakan pada pukul 08.00, jadi aku mulai mengumpulkan niat untuk mandi pukul 07.00. Alhamdulillah, tidak terlambat karena jarak kamar dengan Madison Ballroom tidak terlalu jauh, kurang dari tiga menit.

Pembicara pada Tuesday Plenary ini adalah Gertjan van Stam, seorang Belanda yang tinggal di Afrika, tepatnya di Zambia. Beliau memberikan sudut pandang dan pengalamannya dalam mengembangkan masyarakat Zambia, misalnya dengan membangun solar cell dan pengadaan internet untuk pendidikan di daerah-daerah tertinggal. Namun pendapat beliau yang didiskusikan sepagi ini adalah: Teknologi bukan merupakan solusi!

Aku jadi ingat kuliah Rekayasa Interaksi yang dosennya adalah bapak Husni S. Salah satu bahasan dalam kuliah ini juga adalah bahwa teknologi bukanlah solusi; Interaksi antara manusia dengan sistem-lah yang merupakan solusi. Sehingga aku setuju dengan pendapat Om Gertjan dalam hal ini.

Di akhir sesi, moderator, Paul Kostek selaku ketua panitia mengumumkan bahwa akan diadakannya presentasi dari lomba poster dan paper mahasiswa, yang artinya giliranku untuk presentasi. Kabar baiknya, aku tidak merasa tegang ataupun takut, karena situasi presentasi yang aku lihat selama ini bersifat konstruktif. Kabar buruknya adalah banyak sekali bagian slide yang baru aku tambahkan tadi malam karena aku rasa penting untuk dipaparkan, namun akibatnya aku belum latihan presentasi lagi, padahal presentasi ini dalam bahasa inggris.

Teman baruku, Rahul, yang juga merupakan salah satu dari lima mahasiswa yang akan presentasi hari ini, tidak jauh berbeda denganku. Kami sama-sama baru pertama kali dalam hal-hal yang berhubungan dengan konferensi. Mungkin karena itulah kami menjadi dekat. Aku ajak dia untuk melihat presentasi yang bertajuk connectivity & communication. Terdapat beberapa presentasi dari beberapa narasumber yang memaparkan mengenai teknologi yang bisa digunakan untuk berkomunikasi di daerah tertinggal. Ternyata dia sama saja denganku. Kapala kami mengangguk-angguk, bukan tanda mengerti, tapi kami tertidur. Kemudian, dia menyerah, “I’m kinda sleepy. I gotta go to my room”.

Setelah sesi itu selesai pada pukul 12 untuk istirahat makan siang, aku kembali ke kamar dan lagi-lagi membenahi presentasiku. Presentasi yang akan diadakan sebentar lagi. Karena itu, aku tidak mengikuti satu sesi presentasi untuk memodifikasi presentasiku sendiri

Sekitar jam setengah 4, setelah sholat Ashar, aku baru datang ke tempat aku akan presentasi. Presentasi paper akan dimulai pada pukul 4. sebelum presentasi paper, diadakan sesi presentasi poster karya mahasiswa. Karya-karya mereka menarik. Ada satu-satunya peserta wanita yang membuat suatu alat penghisap di bidang kedokteran. Sebenarnya aku tidak terlalu mengerti alatnya seperti apa, karena saat aku datang, presentasinya sudah hampir selesai. Sedangkan ada mahasiswa Jamaika yang membuat suatu kincir turbin yang berfungsi untuk membangkitkan listrik dengan harga yang murah dan kontroler yang dimodifikasi. Selain itu, Josh, mahasiswa University of Washington membuat suatu sistem yang bisa membuat semua isi buku bisa dibaca dalam huruf braille termasuk grafiknya. Ada pula mahasiswa India yang membuat EduPad, yaitu tablet yang digunakan untuk memberantas buta huruf di India.

Aku datang ke sini untuk saat ini

Teman-teman dari lomba paper sendiri sebenarnya berjumlah 5 orang, namun salah satu mahasiswa dari Pakistan tidak dapat hadir karena suatu hal. Bukan hanya pesertanya yang tidak hadir, Ketua acara lomba paper ini pun tidak bisa datang karena harus kembali ke Alaska berkaitan dengan pekerjaannya di sana, sehingga ketua acara diambil alih oleh seorang panitia berkebangsaan India bernama Ramesh. Tiga orang peserta lainnya adalah orang India. Dengan kata lain, semua orang di dunia ini adalah orang India.hehe. Maksudku semua kontestan lomba paper dan ketua acaranya adalah orang India kecuali aku. Sebenarnya, hanya aku di konferensi ini yang berasal dari Indonesia. Tidak ada dosen, ataupun praktisi lain dari Indonesia yang datang ke konferensi ini. Sedih rasanya tidak bisa melihat wajah-wajah indo di sana. Sedikit selingan, aku sempat bertanya kepada Rahul mengenai kenapa banyak orang India dimana-mana, apakah ini program pemerintah yang bernama India is everywhere? hehe. Dia menjawab, ini bukan program pemerintah. Jadi senior-senior yang pernah datang ke suatu konferensi, atau pernah belajar di luar negeri benar-benar membantu adik-adiknya untuk bisa mendapatkan kesempatan yang sama, mulai dari sosialisasi hingga membantu mendapatkan jalan belajar ke luar negeri. Oh, ternyata begitu. Kembali ke masalah presentasi. Aku mendapat giliran presentasi terakhir, jam 6 sore, dengan mata hadirin yang hadir saat itu sudah mengantuk dan bosan. Pertama, seperti biasa aku terpikir suatu gebrakan yang mengajak hadirin di ruangan untuk bersemangat kembali. Benar saja, hadirin mulai bisa memperhatikanku, dan tersenyum. Namun ternyata hanya samapi situ saja. Selanjutnya aku hanya bisa aaa euuu aaa eueu tidak jelas bicara apa, karena aku belum berlatih dengan slide-slide yang ditambahkan. Aku tidak tahu harus bicara apa. Sedih, dan aku kembali melihat mata-mata yang menderita dari para hadirin yang harus mendengarkan diriku yang tidak jelas arah bicaranya. Aku sendiri menyadari bahwa beberapa bagian dari presentasi ini tidak memiliki poin, dan tidak relevan dengan pembicaraan selanjutnya.haha. Yasudahlah, anggap saja sedang stand up comedy. Tapi tidak ada yang tertawa -_-

Setelah presentasi, aku kembali ke kamar, dan mengunci pintu. Kemudian mulai tertawa terbahak-bahak dan mulai bergumam, “tadi aku ngapaiiiin???hahaha..lalala..”. Ya, mulai hari itu aku menjadi tidak waras.

Ngomong-ngomong, ini sudah jam 2 pagi, dan aku duduk-duduk di sofa bandara yang colokan listriknya beda dengan yang ada di Indonesia. Pesawatku berangkat pukul 12.20 dan InsyaAllah sampai Indonesia pukul 13.10.

Aku tidur dulu ya, di sofa, sendirian. -_-

Changi Airport, Transfer A

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s