IEEE Global Humanitarian Technology Conference 2012: The Culture Shock (Day #2)

22 Oktober 2012

Tidur malam ini nyenyak, kemudian langsung sholat Subuh dan mandi pagi. Setelah selesai berpakaian,  aku siap untuk Monday Plenary yang diadakan di Madison Ballroom yang ada di lantai 2. Di dalam lift, ada seorang yang dengan ramah menyapaku karena tahu aku salah satu dari peserta konferensi ini,

“So, Restu. how’s your sleep?” katanya sambil melihat name tag yang menggantung di leherku

“good” senyum sambil grogi

“good. My name’s Keith Moore” senyumnya juga

“oooh” hanya itu yang keluar dari mulutku, padahal aku sangat ingin ngobrol dengannya. Aku tahu dia adalah wakil ketua pelaksana IEEE GHTC 2012. lift pun berhenti di lantai 2, dan kami bersama-sama masuk ke dalam ballroom.

 

Pembuka dan Selamat Datang

Paul Kostek, ketua pelaksana acara ini menjadi moderator Monday Plenary. Yang membuka IEEE GHTC ini adalah Gordon Day, selaku ketua dari IEEE, yang akan habis masa jabatannya tahun ini. IEEE GHTC 2012 ini juga menjadi tahun perkenalan visi-misi dari ketua IEEE baru. Tempat duduk di ruangan ini dibuat sedemikian sehingga setiap orang bergabung dalam satu kelompok. Jadi, setidaknya aku berinteraksi dengan orang-orang sekelompok ini. Aku berkenalan dengan David, Yoh, dan Kawano. Saat pertama kali, Kawano yang lebih dahulu menyapaku,

“hey, how are you?” dengan logat Jepangnya

“Fine, thank you, and you?” jawabku, teringat pelajaran bahasa inggris yang selalu menggunakan template percakapan ini.

“Fine. Where do you come from?” tanyanya.

“Indonesia. How was your night?” tanyaku.

“I’m from Japan” Jawabnya tidak nyambung. Aku hanya manggut-manggut saja menahan tawa.

 

Isi pembukaan yang dilakukan oleh Gordon Day kurang lebih memberikan sambutan kepada para peserta konferensi, dan memberikan penjelasan kepada para peserta bahwa Engineer seharusnya bisa menjadi solusi bagi masalah-masalah yang ada, karena para peserta yang mengikuti konferensi ini berasal dari berbagai displin ilmu dan profesi, dengan ketertarikan yang sama di bidang kemanusiaan, dan untuk memajukan masyarakat yang ada di seluruh dunia. Gordon juga menjelaskan bahwa IEEE ini adalah sekumpulan orang profesional yang bersatu padu untuk mencapai keberhasilan bersama. Penekanan juga diberikan pada tujuan dari diadakannya IEEE GHTC ini, yaitu konferensi ini diharapkan menjadi ajang untuk berbagi dan belajar, dan ketika para peserta sudah kembali ke tempat masing-masing, kami bisa kembali berkarya, dan jika mendapatkan ilmu atau ide baru, diharapkan bisa diterapkan di daerah masing-masing.

 

Pembicara berikutnya setelah Gordon Day adalah Dr. Gretchen Kalonji, yang merupakan perwakilan dari UNESCO. Dr. Gretchen menjelaskan mengenai program-program UNESCO di bidang kemanusiaan, dan kemungkinan kolaborasi antara UNESCO dan IEEE di bidang pengembangan masyarakat.

 

Presentasi Paper: Disaster

Acara selanjutnya adalah presentasi paper. Presentasi ini dilaksanakan secara paralel di empat tempat sekaligus, sehingga peserta harus memilih bagian mana yang menarik untuk diikuti. Keempat presentasi tersebut adalah Sesi Energi, Kebencanaan, Pertanian dan Pertanahan, dan X-Track. Dari beberapa presentasi ini, aku memilih untuk mengikuti kelas Kebencanaan, karena Indonesia merupakan negeri yang rawan bencana, sehingga aku ingin tahu mengenai teknologi yang memiliki potensi untuk digunakan dalam kebencanaan ini. Ternyata teman tempat duduk tadi hampir semuanya merupakan narasumber dari presentasi kali ini. Beberapa presentasi memaparkan mengenai aplikasi simulasi kebencanaan. Aku kurang menangkap informasi dari presenter, karena mereka bukan orang Amerika asli, melainkan orang Bangladesh dan yang satu lagi aku tidak tahu kebangsaan mana. Setelah itu, giliran Kawano melakukan presentasi mengenai detektor pencari jenazah ketika terjadi suatu bencana. Detektor ini menggunakan sensor gambar. Baru setelah itu gilliran Yoh dan David melakukan presentasi yang juga mengenai detektor bencana nuklir yang digunakan ketika terjadi bencana nuklir di Jepang. Setelah dua jam, sesi presentasi ini pun selesai ketika waktu makan siang tiba.

 

Sebenarnya terdapat beberapa presentasi paralel lagi setelah ini, namun aku memutuskan setelah Sholat Dzuhur, aku akan memperbaiki slide presentasi presentasiku, karena ada beberapa bagian yang aku kira kurang, dan mendapatkan inspirasi dari presentasi-presentasi yang telah aku lihat sebelumnya.

 

Dinner Reception

Jam 6 sore, terdapat acara Dinner Reception. Setiap orang bisa memilih makanan yang ingin dimakan pada saat jamuan makan malam nanti, dan aku memilih menu salmon. Sebelum masuk ke ruangan yang disebut Courtyard Ballroom di basement, kami berbincang-bincang sambil minum minuman yang disediakan. Tidak selang beberapa lama, terdapat iring-iringan lagu tradisional yang terdengar asing bagiku di depan ballroom, dan mengajak peserta konferensi untuk masuk ke dalam ballroom. Setelah masuk ke dalam, grup musik tadi pun maju ke atas panggung dan menjelaskan bahwa mereka adalah grup musik yang biasa menyanyikan lagu-lagu tradisional dari Rusia. Kami makan malam ditemani dengan nyanyian tradisional Rusia yang eksotis. Sungguh, eksotis.

 

Setelah acara ini ditutup, kami pun kembali ke tempat kami menginap masing-masing.

Selamat istirahat. Kita kembali bercerita besok.🙂

 

“Institution or organization don’t innovate. People innovate” — Gordon Day, IEEE Chair 2012

Seattle, room #2006, Autumn 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s