Penggusuran PKL Daerah Taman Sari dan Area Jalan Ganesha

Pada forsil PM 10 November 2011, dibahas beberapa hal menarik terkait keadaan lingkungan sekitar kita sementara kita ngoding.Hehe.

Ceritanya, beberapa waktu lalu pedagang di sekitar taman sari datang ke pihak kabinet KM ITB untuk meminta perlindungan karena pergusuran lahan usaha mereka oleh pemerintah kota. Hal ini dikarenakan bangunan yang pedagang dirikan berada di lahan pemerintah, dan tidak memiliki izin mendirikan bangunan. Kemudian, mahasiswa yang diwakili oleh kabinet KM ITB mengadakan koordinasi dengan ketua RW 04 terkait hal ini. Ternyata benar, akan diadakan penggusuran lahan yang sekarang dijadikan tempat usaha di sekitar gerbang kebun binatang sampai sekitar pertigaan gelap nyawang (tempat foto kopi: Ganesa Stationery, dsb). Surat “ancaman” terakhir untuk penggusuran diedarkan pada 26 Oktober 2011 kemarin. Jadi, penggusuran dapat terjadi kapan saja. melihat hal ini, diadakanlah forum dengar pada 2 November 2011 yang menghadirkan masyarakat-mahasiswa-pemkot(satpol PP)-ITB. Dari pertemuan kali ini, mahasiswa diminta untuk bersikap kooperatif kepada semua pihak.

Sekarang, marilah kita lihat dari berbagai sudut pandang mengenai hal ini:

- Pemerintah Kota

> Penggusuran berhubungan dengan RTH (Ruang Terbuka Hijau) yang tercantum di RT/RW kota Bandung. Sebagai pihak yang menjalankan pemerintahan sesuai dengan hukum, terjadi penyalahgunaan lahan untuk dijadikan tempat berdagang. Jadi tempat usaha tersebut adalah ilegal.

> Menurut Pemkot, mahasiswa dapat menjadi salah satu penghalang, karena satpol PP sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah kota meminta mahasiswa untuk lebih kooperatif

> Pemerintah diharapkan berkomitmen untuk menjadikan tempat di sekitar taman sari tersebut benar-benar dijadikan RTH – Pedagang

> Beberapa pedagang mengakui bahwa tempat tersebut memang ilegal, namun mereka tidak sanggup bila penggusuran diadakan mendadak

> Ada 3 pedagang yang telah memiliki tempat di baltos/tempat tetap lain, sehingga hal ini tidak menjadi masalah – ITB > ITB berperan dalam adanya pedagang-pedagang tersebut, karena menyumbang pasar: mahasiswa

-Sekarang kita lihat  Mahasiswa sebagai objeknya:

> Mahasiswa sebagai pasar pedagang

> Bagaimana sisi kepedulian kita, dan solusi yang bisa kita tawarkan dan lakukan terhadap semua pihak, serta follow up yang bisa kita lakukan sebagai mahasiswa

- Kemudian dari sisi Masyarakat:

> Membernarkan adanya isu penggusuran tersebut sejak idul adha pada tahun 2010

> pedagang telah melaporkan isu tersebut kepada pihak RW setempat

 

dari hasil diskusi yang membicarakan mengenai hal ini, diperoleh beberapa informasi sebagai berikut:

- Pihak yang diajak diskusi masih satpol PP yang notabene adalah hanya eksekutor, bukan pihak yang mewakili pemerintah, sehingga pertemuan yang telah dilakukan masih belum merupakan negosiasi

- Kapan kepastian penggusuran? ternyata masih belum jelas. Sampai saat ini, penggusuran masih bisa dilakukan kapan saja.

- Dalam hal ini, posisi kekuasaan tertinggi ada di mahasiswa. Mahasiswa adalah pasarnya. Siapapun yang didukung oleh mahasiswa, akan menjadi pihak yang paling kuat. Tinggal kita menggunakan kekuatan ini untuk kepentingan siapa Solusi?

- Pemerintah yang harusnya memiliki anggaran, mengalokasikan anggarannya untuk membantu penyewaan ruko pedangan di baltos. Mahasiswa membantu pedagang pada saat penggusuran. Tapi kita harus mengadakan Forum dengar kembali

- Selain melihat pada saat penggusuran, kita juga harus melihat pasca penggusurannya. Kita harus berfungsi sebagai kontrol untuk memastikan lahan yang sudah digusur benar-benar dijadikan RTH

- Ide Green Market, membuat RTH dengan konsep yang berbeda dari biasanya. Pedagang tidak digusur, namun mengusahakn untuk memenuhi syarat menjadi RTH

- Karena fasilitas yang ditawarkan akan digusur, ITB hendaknya memberikan fasilitas untuk pemenuhan kebutuhan mahasiswa

- Kita harus membuat satgas yang bertujuan: mencari informasi sebanyak-banyaknya, mencari solusi, dan melakukan sosialisasi kepada massa.

- Meskipun kita pro-masyarakat, namun kita jangan memberikan kesan bahwa kita memihak yang salah, karena memang pedagang tersebut melakukan usaha di tempat yang ilegal. Kita hendaknya mencari isu baru yang membawa kita ke pemerintah. Misalnya, kita ingin membuat green market tadi. solusi-solusi di atas akan dikaji lebih lanjut oleh kita semua, dan follow up ke depan akan kita adakan kembali terkait hal ini.

 

– “Dua hal dari air: mencari celah untuk berbagi, dan tidak tergila-gila dengan tempat yang tinggi”

About these ads

2 thoughts on “Penggusuran PKL Daerah Taman Sari dan Area Jalan Ganesha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s